Depok,AN- Pemerintah Kota Depok terus akan berupaya meningkatkan pengembangan koperasi di Kota Depok yang dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM),yaitu dengan mensertifikasi para ketua koperasi. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas diri para pengurus dalam pengelolaan koperasi.
Kepala DKUM Kota Depok, Mohammad Fitriawan mengatakan, pembinaan akan dikhususkan kepada para ketua koperasi, sehingga para ketua koperasi mampu meningkatkan kemampuan dasar dalam mengelola koperasi secara benar, teratur dan managemen yang baik. Kemudia dikataka Fitri, sertifikasi diperuntukan para pengawas, dan anggota koperasi.
“Yang menjadi prioritas kami para ketua koperasi, supaya mereka bisa meningkatkan kemampuan dirinya dalam mengelola koperasi, ” tutur Fitriawan saat ditemui seusai acara peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-70, Jumat (04/08/2017), di Balaikota Depok.
Fitriawan menambahka, di tahun 2017 pembinaan dan pelatihan kepada para pengurus koperasi akan dilakukan DKUM di 11 kecamatan di Kota Depok. Sementara hingga saat inu, jumlah ketua koperasi yang sudah mendapatkan sertifikasi sebanyak 50 orang.
“Kami akan secara intensif melakukan pembinaan di setiap kecamatan, kami juga memiliki Kelompok Kerja (Pokja) Koperasi yang bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan terkait pengelolaan koperasi di wilayah kecamatan,” tambah Fitri.
Sementara itu dalam acara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Koperasi yang ke-70 di Kota Depok, juga dimeriahkan dengan aksi donor darah massal. Palang Merah Indonesia (PMI) Depok menggelar aksi sosial tersebut agar semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Balai Kota ikut menyumbangkan darah mereka.
“Kami diundang oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok untuk ikut meramaikan peringatan HUT Koperasi ke-70 dengan aksi donor darah massal. Gelaran tersebut dilakukan untuk meningkatkan jiwa sosial para ASN,” kata Ketua PMI Kota Depok, Dudi Mi’raz Jumat (04/08/2017) di Balaikota.
Dudi juga mengatakan, dalam kegiatan donor darah massal, diharapkan dapat terkumpul sebanyak 100 kantong darah. Karena target tersebut sesuai dengan jumlah calon pendonor yang diajukan pada surat pengajuan pelaksanaan aksi donor darah, pihak PMI menyediakan 100 kantong darah sesuai permintaan dari DKUM. Kalau dilihat dari antusiasme calon pendonor yang datang jumlahnya cukup banyak. Namun belum tentu mereka bisa mendonorkan darahnya, tergantung dari pemeriksaan Hemoglobin (Hb) dan tensi darahnya.
Selain diikuti oleh para ASN, kegiatan donor darah tersebut juga dihadiri oleh sejumlah petugas koperasi dan masyarakat. Salah satunya warga Kelurahan Tugu, Muhammad Azizy (28), yang menyambut baik kegiatan donor darah ini.
“Kebetulan saya bekerja di sekitar lingkungan Balai Kota Depok. Kemudian ada kegiatan donor darah massal, jadi saya langsung mampir ke Balai Kota untuk mendaftar dan ikut mendonorkan darah,”kata Dudi.
Dirinya menambahkan, dengan diadakannya donor darah di ruang publik, maka dapat memudahkan masyarakat yang ingin melakukan donor darah. Karena jarak menuju ke Kantor PMI Kota Depok ini cukup jauh, jadi kalau dengan mekanisme jemput bola seperti ini masyarakat tidak perlu datang ke kantor PMI bila ingin mendonorkan darah, demikian kata Dudi. (Adi).

Komentar