Depok,AN-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok kini menjadi acuan banyak Pemerintah Daerah dalam mengembangkan pengelolaan informasi. Bahkan, Pemkab Sambas, Kalimantan Barat, relajauh-jauhdatangke Kota Depokhanyauntukbelajarpengelolaaninformasi yang kinicukupsuksesditerapkan di Kota Depok.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kabupaten Sambas, Amrozi yang dengan sejumlah stafnya, mengatakan, Kabupaten Sambas sendiri terdiri dari 19 kecamatan dengan jumlah penduduk sebanyak 600 ribu jiwa. Potensi tersebut, akan dimaksimalkan Pemkab Sambas dengan membuat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) seperti yang ada di Kota Depok.“Banyak sekali ilmu yang kami dapat dari Kota Depok, nanti akan kami sesuaikan dengan wilayah kami juga,” ujar Amrozi, di ruang rapat Diskominfo Kota Depok, Kamis (20/07/2017).
“Kolaborasi dengan Karang Taruna, Tagana, atau pun pembuatan KIM sendiri bisa diterapkan di Kabupaten Sambas. Diharapkan pula kedepan bisa saling komunikasi dengan KIM Depok, sehingga kami dapat masukan untuk pengembangan KIM di Sambas,” jelasnya.
Sementaraitu, Kepala Seksi Aplikasi pada Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Kota Depok, Denhas Ary Wibowo mengungkapkan, KIM Kota Depok didirikan guna menjembatani informasi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan Masyarakat. KIM juga hadir dengan tujuan mempermudah masyarakat mendapatkan informasi, begitu juga sebaliknya. “ Keberadaan KIM sangat penting, karena mereka merupakan jembatan informasi dari Pemkot kepada masyarakat Kota Depok.Saat ini sudah ada di 11 kecamatandan 63 kelurahan, ini artinya sudah merata. Tinggal bagaimana lebih mensosialisasikan kepada kelurahan dan masyarakat,” katanya.
Ia juga menyambut baik kehadiran Diskominfo Kabupaten Sambas yang hadir ke Diskominfo Kota Depok. Dirinya berharap, sejumlah inovasi yang dilakukan di Kota Depok bisa di implementasikan di Kabupaten Sambas.
“Kedepan kita juga akan buat aplikasi pengaduan masyarakat, seperti aplikasi Qlue yang telah dimiliki DKI Jakarta. Laporan dan keluhan warga dalam aplikasi tersebut, nanti bisa langsung diteruskan kedinas terkait yang dituju,” tandasnya.
Rombongan juga melihat ruang operator Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan ruang Emergency Call 112. Amrozi mengaku, memilih Kota Depok karena dinilai sudah sangat bagus dalam mengembangkan informasi. Ia berharap, apa yang sudah diterapkan dapat menjadi masukan untuk dikembangkan di wilayahnya.(adi)

Komentar