Aktualnews.net - Ada satu hal yang agaknya lepas dari pandangan pemerintah, danjika dikelola secara benar dan professional, hal itu sebetulnya bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan daerah yang luar biasa. Dialah sampah pilahan yang bisa di daur ulang. Katakanlah plastic. Tak kurang dari tiga ton per hari pemulung memungut sampah tersebut dan hal itu jelas bernilai ekonomi.
Dari hasil penelusuran AN.Net, harga plastik bekas kemasan air mineral, para pengepul membeli kisaran Rp.4000 per Kg, dan pengepul melempar ke pabrik pengelolaan sekitar Rp.6000 per Kg. yang kemudian setelah dikelola menjadi biji pelastik harga tersebut mencapai Rp.10.000 sampa Rp.12.000,- per kg-nya.Dan rata-rata para pengepul yang ada di Depok melempar plastic tersebut ke luar Kota Depok, karena Depok memang belum memiliki pabrik pengelolaannya.
Melihat dari perjalanan transaksinya, jelas sampah jenis tadi bernilai ekonomi yang terbilang tinggi. Sementaratransaksi tersebut lolos dari retrebusi daerah. Belum lagi limbah atau sampah lainnya yang memiliki nilai transaksi yang sama.
Melihat kenyataan demikian, Juanah Dari komisi B DPRD Kota Depok berpendapat, perlu adanya pembinaan atas potensi usaha tersebut. Dan kalau perlu kata Juanah Sarmili, Depok menyediakan penampungan akhir untuk memproses sampah plastik tadi menjadi bahan baku industri.
“Kita harus jeli dalam menangkap segala peluang, seperti halnya sampah plastik tadi, jika dikelola dengan baik, jelas hal itu memiliki nilai ekonomi dan bisa dijadikan sebagai penghasilan”, terangnya.
Terkait pembinaan atas pelaku usah pemulung Juanah Sarmili menerangkan, langkah awal adalah melakukan pendataan akurat terkait jumlah lapak dan pemulung yang ada di Kota Depok, seberapa besar produktifitasnya dan berbagai permasalahannya.
“Untuk langkah awal, kita harus mengetahui keberadaan pelaku usaha tersebut secara statistik, baru kemudian kita bisa merancang langkah pembinaan apa yang harus dilakukan”, terang Juanah.
Saat ditanya kemungkinan industeri pengelolaan sampah pilahan tadi di BUMD kan, Juanah mengatakan butuh kajian yang serius dan cermat.
“Kalau hal itu memungkinkan, kenapa tidak……, siapa tahu limbah tadi menjadi berkah buat Kota Depok”, tandasnya. Andra

Komentar